Apakah yang dimaksud dengan visi itu? Bisa kita pahami bahwa visi merupakan gambaran batin yang kita miliki tentang diri kita di hari esok. Bahasa sederhananya, visi adalah potret diri kita ke depan. Menurut buku Refleksi Kehidupan karangan Imam Ratrioso, visi ini dihasilkan dari kemampuan seseorang dalam melihat masa depan dengan mata batinnya. Visi ini dihasilkan dari kemampuan kita dalam melihat sesuatu yang belum menjadi kenyataan. Kurang lebihnya bisa kita katakan bahwa memiliki visi ini sama artinya dengan memiliki cita-cita tentang apa yang kita inginkan dari diri kita untuk sosok tertentu yang kita dambakan.
Dilihat dari sini, JK Rowling termasuk orang yang punya kemampuan tinggi dalam mempertahankan gambaran batin tentang dirinya untuk menjadi penulis, meskipun dirinya harus menghadapi kenyataan yang bertentangan dan berkebalikan dengan hal tersebut. Bahkan salah satu media pernah mewawancari JK Rowling bahwa dia mengakui hampir saja putus asa saat usianya menginjak dua pulub enam tahun. Bedanya adalah JK Rowling selalu memperjelas visi supaya tidak hilang sementara kebanyakan kita terlalu cepat menanggalkan visi itu.
Mengapa dalam kalimat di atas perlu ditambahkan kata ‘selalu’? Kata selalu disini mengandung pengertian usaha yang terus menerus untuk diingat dan untuk memperjelas. Visi dalam batin kita itu tidak mungkin langsung menjadi jelas dengan mengucapkan cita-cita hidup hanya sekali, dengan menulis proposal diri hanya sekali. Visi hanya akan menjadi jelas dengan cara selalu memperjelasnya. Mengutip pernyataan Kevin Costner, seorang aktor Hollywood, mengatakan bahwa pahlawan sejati adalah orang yang jatuh, gagal, tetapi pada akhirnya bangkit menjadi pemenang karena berpegang teguh pada gagasan, keyakinan, dan komitmen.
Perpaduan Action dan Kekuatan Doa
Disinilah pentingnya kita memanjatkan doa seperti yang dianjurkan oleh leluhur dan ajaran agama yang kita anut. Menurut asal katanya, kata doa memiliki arti meminta atau memanggil. Doa yang kita pahami dengan ucapan-ucapan untuk meminta kepada Tuhan memang sudah bagus dan sudah benar, namun kadang yang perlu diperkuat lagi adalah meminta kepada diri kita untuk melakukan sesuatu demi tercapainya doa itu atau memanggil kesadaran kita tentang visi kita.
Tuhan menjelaskan bahwa doa kita akan dikabulkan. Syaratnya mudah, yaitu kita bisa memberikan respons yang berupa tindakan atau action, meyakini adanya kebenaran akan pembalasan Tuhan yang letaknya pada hari akhir dan tidak kita ketahui tanggal kedatangannya, dan doa itu bukan hanya kita ucapkan di mulut saja sebagai pemantas kegiatan ritual.
Oleh karena itu, ada tiga hal mendasar yang perlu kita hindari dalam berdoa dan memperjelas visi. Yang pertama adalah mendikte Tuhan. Mendikte artinya memberi deadline kepada Tuhan dan kalau tidak tercapai maka kita akan marah. Lalu yang kedua adalah mengandalkan Tuhan. Mengandalkan artinya adalah kita meminta hanya meminta tanpa diikuti dengan menghadirkan respons atau aksi yang dibutuhkan, dan kalau permintaan itu tidak terwujud kita akan marah juga.
Sedangkan larangan ketiga dalam berdoa adalah memutuskan hubungan dengan Tuhan atau putus asa. Dalam artian kita tidak mau lagi berdoa karena kita sudah kalah oleh anggapan bahwa doa kita akan sia-sia saja. Demikian pelajaran hidup yang bisa kita petik dari seorang JK Rowling dalam upaya selalu memperjelas visi untuk mencapai impian di masa depan. Semoga sharing kali ini bisa bermanfaat untuk memotivasi para penulis di Indonesia.





